Saya kutip dari taujih A’a Gym, saat beliau tampil di kickandy-metro TV (dalam versi lengkap), bahwa hidup yang penuh arti adalah jika seseorang tersebut sudah menjalani hidup ibarat buah kelapa.
Untuk menjadi santan yang kental, buah kelapa menjalani beberapa proses. Kalau buahnya sudah siap dipanen, buahnya disundul-sundul agar bisa lepas dari pohonnya. Setelah itu, kelapa akan jatuh ditanah, duh sakitnya. Trus, kulit yang seperti serabut itu dikupas, dan kemudian batokna dicukit pake pisau. Belum tuntas penderitaan si kelapa, kulit arinya yang coklat kemudian dikuliti sampe terlihat dagingna yang putih. Seakan belum cukup, kemudian dagingnya di parut, duh perihna. Agar kenikmatan tercapai, parutan kelapa itu diperas. Setelah itu barulah dihasilkan santan yang kental. Itulah sebuah proses hidup yang mengiringi langkah menuju tujuan hidup kita.